Kusmanto Ingin Ubah Wajah Pelayanan Desa Bulakan: Tak Boleh Lagi Lambat dan Berbelit


PEMALANG – Perkembangan teknologi menuntut pemerintahan desa ikut berubah. Pelayanan publik yang cepat, mudah dan transparan menjadi salah satu gagasan yang ditawarkan Kusmanto, S.Pd., calon Kepala Desa Bulakan.

Kusmanto membawa visi untuk mewujudkan Desa Bulakan yang asri, mandiri, sejahtera, berkeadilan, transparan dan berdaya saing melalui pembangunan berkelanjutan, pelayanan berbasis teknologi serta pemerintahan yang mengutamakan kepentingan seluruh masyarakat.

Salah satu gagasan utamanya adalah menghadirkan pelayanan desa berbasis digital. Melalui aplikasi desa, masyarakat nantinya diharapkan dapat mengakses informasi, menyampaikan aspirasi, pengaduan maupun usulan pembangunan dengan lebih mudah.

Bagi Kusmanto, digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren teknologi. Lebih dari itu, teknologi harus digunakan untuk memangkas birokrasi yang tidak perlu dan mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.

“Pelayanan desa harus cepat, mudah dan modern. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang sama tanpa melihat latar belakang, status sosial, hubungan keluarga maupun pilihan politik,” menjadi prinsip yang ditawarkan Kusmanto.

Ia juga menempatkan transparansi anggaran desa sebagai bagian penting dari pemerintahan yang sehat. Informasi mengenai program, anggaran dan realisasi pembangunan akan didorong agar dapat diketahui masyarakat secara terbuka, baik melalui papan informasi maupun platform digital.

Menurutnya, keterbukaan anggaran bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat.

Kusmanto juga menawarkan pemerintahan yang lebih partisipatif. Masyarakat akan diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam proses perencanaan hingga pengawasan pembangunan.

“Desa bukan milik pemerintah desa. Desa adalah milik seluruh masyarakat. Karena itu, masyarakat harus ditempatkan sebagai mitra utama dalam pembangunan,” ujarnya.

Dengan gagasan tersebut, Kusmanto ingin mendorong perubahan budaya pemerintahan di tingkat desa: dari sekadar dilayani ketika membutuhkan administrasi, menjadi pemerintahan yang aktif mendengar, merespons dan menyelesaikan persoalan masyarakat.

Bagi Kusmanto, desa yang maju bukan hanya desa yang memiliki banyak bangunan baru, tetapi desa yang pemerintahannya terbuka, pelayanannya mudah, anggarannya transparan dan warganya memiliki ruang untuk ikut menentukan masa depan desa.

Subscribe to receive free email updates: