Koperasi Komunitas Aren, Nanas dan Alpukat Serahkan Bibit Aren kepada Petani, Dorong Pengembangan Sentra Gula Aren Pemalang Selatan
Pemalang – Upaya mengembangkan tanaman aren sekaligus memperkuat potensi sentra produksi gula aren di wilayah Kabupaten Pemalang bagian selatan mulai mendapatkan perhatian dari komunitas petani dan berbagai pihak. Salah satunya melalui kegiatan penyerahan bibit pohon aren kepada petani dan kelompok tani yang dirangkaikan dengan sosialisasi mengenai pengembangan penghijauan dan budidaya tanaman aren secara berkelanjutan.Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (30/08/2026).
Sekitar pukul 15.14 WIB, bertempat di kediaman salah satu petani aren, Bapak Yatmo, di Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.Kegiatan berjalan dengan lancar berkat dukungan dan koordinasi Saryo, yang dipercaya sebagai pimpinan sekaligus Ketua Komunitas Koperasi Aren, Nanas dan Alpukat (KANAL) Petani Aren Pemalang Selatan.
Penyerahan bibit aren tersebut mendapat sambutan antusias dari para petani. Bantuan bibit dinilai menjadi langkah positif untuk memperluas kawasan penanaman aren, mengingat tanaman tersebut memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, khususnya sebagai bahan baku produksi gula aren.
Dalam kegiatan tersebut, Saryo menerima bibit pohon aren yang diserahkan oleh Frembaudi, yang dalam kegiatan tersebut disebut sebagai Bupati Papua. Selain kepada Saryo, bantuan bibit juga diberikan kepada sejumlah kelompok tani dan penggiat tanaman aren.
Penyerahan bibit kepada Mufilin selaku kelompok tani dilakukan oleh Hj. Wahyunita Risqiyana. Sementara itu, bibit aren juga diserahkan kepada Tahmo selaku Ketua Kelompok Penyadap Aren oleh perwakilan Pejuang Kemasyarakatan Indonesia, M. Nurcholis.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Frembaudi bersama istrinya, Ever Mudumi, Hj. Wahyunita Risqiyana, M. Nurcholis, Saryo selaku Ketua Komunitas Petani Aren, Mufilin selaku petani aren, Tahmo selaku Ketua Kelompok Penyadap Aren, serta sekitar 50 peserta dari kelompok tani dan tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut, M. Nurcholis dari Pejuang Kemasyarakatan Indonesia bersama Hj. Wahyunita Risqiyana menyampaikan pentingnya membangun kepedulian masyarakat terhadap penghijauan sekaligus mengembangkan tanaman yang mempunyai nilai ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, tanaman aren tidak hanya memiliki fungsi dalam menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan.
Penyerahan bibit tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari gerakan bersama untuk memperluas tanaman aren di wilayah Pemalang Selatan.Dorong Terbentuknya Sentra Gula Aren.Desa Mendelem dan sejumlah wilayah di sekitarnya dinilai mempunyai potensi untuk pengembangan tanaman aren. Selama ini, masyarakat setempat telah mengenal aktivitas penyadapan nira aren dan pengolahan hasilnya menjadi gula aren.
Dengan adanya tambahan bibit, diharapkan jumlah tanaman aren di wilayah tersebut dapat terus bertambah. Apabila penanaman dilakukan secara konsisten dan dirawat hingga memasuki usia produktif, maka ketersediaan bahan baku untuk produksi gula aren juga diharapkan semakin meningkat.
Pengembangan tersebut sekaligus dapat menjadi bagian dari upaya membangun sentra gula aren Pemalang Selatan, sehingga produk gula aren dari masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mempunyai peluang untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.
Bagi masyarakat, tanaman aren mempunyai nilai ekonomi yang cukup luas. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemilik lahan atau petani yang menanam pohon aren, tetapi juga melibatkan penyadap, pengolah nira, pembuat gula aren, hingga masyarakat yang bergerak dalam pemasaran produk.
Komunitas Diharapkan Menjadi Penggerak Petani.
Sementara itu, Saryo selaku Ketua Komunitas Koperasi Aren, Nanas dan Alpukat (KANAL) Petani Aren Pemalang Selatan diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak dalam mengkoordinasikan para petani, kelompok tani, dan kelompok penyadap aren di wilayah Pemalang Selatan.
Dengan demikian, penyerahan bibit aren bukan sekadar pemberian tanaman kepada petani, tetapi diharapkan menjadi awal dari sebuah gerakan penghijauan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan komoditas aren secara bersama-sama.
