Bukan Sekadar Bangun Jalan, Kusmanto Ingin Ekonomi Warga Bulakan Ikut Tumbuh
PEMALANG – Pembangunan desa tidak cukup hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun atau banyaknya fasilitas fisik yang tersedia. Bagi Kusmanto, S.Pd., calon Kepala Desa Bulakan, pembangunan harus bermuara pada meningkatnya kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.
Kusmanto menawarkan visi pembangunan Desa Bulakan yang menempatkan aspek ekonomi, pertanian, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting dari masa depan desa.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah pertanian. Kusmanto menilai keberadaan lahan pertanian produktif harus dijaga karena sektor tersebut masih menjadi bagian penting dari sumber penghidupan masyarakat.
Ia mendorong pembangunan yang tidak mengorbankan lingkungan, sumber mata air maupun lahan pertanian. Program penghijauan dan konservasi lingkungan juga menjadi bagian dari gagasan pembangunan berkelanjutan yang ditawarkannya.
Di sisi lain, potensi ekonomi masyarakat dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius. UMKM dan BUMDes didorong agar tidak hanya menjadi pelengkap kelembagaan desa, tetapi benar-benar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Pelatihan keterampilan, kewirausahaan, pendampingan usaha, pemasaran produk serta penciptaan peluang kerja bagi pemuda menjadi sejumlah program yang ditawarkan.
“Desa harus mampu menciptakan ruang bagi masyarakat untuk tumbuh secara ekonomi. Pemuda harus diberi kesempatan untuk berusaha, berkarya dan mengambil bagian dalam pembangunan,” demikian gagasan Kusmanto.
Pemberdayaan perempuan juga menjadi bagian dari visi tersebut. Program PKK diarahkan tidak hanya pada kegiatan sosial, tetapi juga dapat dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan dan pendapatan keluarga.
Sementara itu, generasi muda akan didorong untuk aktif dalam kegiatan olahraga, seni budaya, keagamaan, kewirausahaan dan berbagai aktivitas produktif lainnya.
Dalam hal pembangunan infrastruktur, Kusmanto tetap menempatkan pemerataan sebagai prinsip utama. Jalan, irigasi, drainase dan fasilitas umum harus dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan memiliki manfaat jangka panjang.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi pada wilayah tertentu.
“Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya berapa banyak anggaran yang terserap, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat,” demikian prinsip yang diusungnya.
Melalui gagasan tersebut, Kusmanto ingin membangun Bulakan bukan sekadar menjadi desa yang lebih maju secara fisik, tetapi juga lebih kuat secara ekonomi, terjaga lingkungannya, berdaya masyarakatnya dan memiliki masa depan bagi generasi mudanya.
