Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meluncurkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Muhammadiyah se-Banyumas
beritatimur. Id -Banyumas: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meluncurkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Muhammadiyah se-Banyumas di Pondok Pesantren Modern ZIIS, Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (25/4/2026). Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan melalui jalur nonformal.
Dalam arahannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada sekolah formal. Ia menyebut, dalam sistem pendidikan nasional terdapat pendidikan formal, informal, dan non-formal yang memiliki peran sama penting.
“Selama ini kita sering terjebak pada pemahaman bahwa pendidikan itu harus sekolah. Padahal substansi pendidikan bukan pada sekolahnya, tetapi pada proses belajarnya,” ujarnya.
Abdul Mu’ti menjelaskan, pemerintah kini mendorong konsep pendidikan yang bisa diakses semua kalangan. Prinsip yang diusung meliputi aksesibilitas, fleksibilitas, dan keterjangkauan biaya.
“Pendidikan harus bisa dijangkau oleh semuanya, fleksibel dalam waktu dan proses, serta terjangkau secara biaya. Tidak harus selalu mahal,” kata dia.
Menurutnya, PKBM menjadi salah satu solusi untuk menjawab berbagai persoalan pendidikan, terutama tingginya angka anak tidak melanjutkan sekolah setelah jenjang SMP, yang disebabkan beberapa faktor, antara lain keterbatasan ekonomi, kendala jarak, hingga godaan untuk bekerja di sektor non-formal dengan penghasilan instan.
“Banyak anak setelah SMP memilih bekerja karena merasa penghasilannya sudah cukup, atau karena alasan ekonomi. Ada juga yang berhenti karena pernikahan dini, dan sebagian karena akses sekolah yang jauh,” ucapnya.
Melalui PKBM, masyarakat dapat memperoleh layanan pendidikan kesetaraan sekaligus keterampilan hidup (life skill). Program yang tersedia mencakup Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA, dengan pengakuan ijazah yang sama seperti sekolah formal.
"Ijazah paket nilainya sama dengan sekolah formal. Tapi kami pantau ketat, jangan sampai ada 'jamak-qashar' dalam pendidikan, yaitu lulus SMA padahal SMP-nya saja belum lulus. Semua harus tetap terdaftar resmi dan mengikuti proses dengan benar," ucap Mendikdasmen.
Selain itu, pemerintah juga tengah mengembangkan berbagai model pendidikan alternatif, seperti sekolah satu atap di daerah terpencil dan pembelajaran jarak jauh yang kini telah berjalan di 20 provinsi.
“Dengan pendekatan ini, anak-anak tidak harus selalu datang ke kota untuk sekolah. Mereka bisa belajar dari mana saja, selama terdaftar resmi dan mengikuti proses dengan baik,” tuturnya.
Abdul Mu’ti berharap, keberadaan PKBM mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum terlayani pendidikan formal, sekaligus menjadi bagian dari gerakan pendidikan untuk semua.
Ia juga meminta dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan data yang akurat, agar kebijakan pendidikan yang diambil dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampakan bahwa peluncuran PKBM Surya Muhammadiyah ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah di bidang pendidikan. Sadewo menegaskan bahwa semua anak di Banyumas harus mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terkecuali.
“Melalui kegiatan hari ini kita tidak hanya sedang meresmikan gedung saja, tetapi juga membangun karakter, disiplin dan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan. Launching PKBM Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan nonformal bagi masyarakat,” tutur Sadewo.
Namun demikian, Sadewo menyadari bahwa di tengah kebijakan efisiensi yang sedang dijalankan, upaya menghadirkan pendidikan yang merata dan berkualitas membutuhkan sinergi dan dukungan dari berbagai pihak. Terlebih, Banyumas saat ini tengah berupaya mengatasi persoalan 15.000 anak tidak sekolah (ATS).
Untuk itu, Bupati berharap dukungan dari pemerintah pusat agar program-program pendidikan di Banyumas dapat terus berjalan dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, dapat terus diperkuat karena kami yakin pendidikan adalah fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul yang akan membawa Banyumas menuju masa depan yang lebih baik,” kata Bupati.
Adapun selain peluncuran PKBM Muhammadiyah, kunjungan Mendikdasmen ini juga disertai dengan penyerahan bantuan peningkatan mutu pendidikan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas senilai Rp50 juta. Bantuan diserahkan langsung oleh Mendikdasmen kepada Ketua PDM Banyumas Djohar.
“Terima kasih kepada Pak Menteri atas bantuannya untuk PKBM Muhammadiyah Banyumas,” ucap Djohar.
Di samping itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga berkesempatan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Padepokan Tapak Suci dan meresmikan Gedung Satria Pondok Pesantren Modern ZIIS Cilongok.
