Pemuda Jawa Tengah Didorong Jadi Agen Perubahan, Abdul Kholik Tekankan Tiga Modal Kepemimpinan



REMBANG — Anggota MPR RI sekaligus Ketua PPUU DPD RI Abdul Kholik menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan Madrasah Kader GPK (Gerakan Pemuda Ka'bah) Kabupaten Rembang, Senin (28/12/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran strategis generasi muda, khususnya di Jawa Tengah, dalam mengawal pembangunan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan kepemimpinan bangsa di masa mendatang.

Dalam pemaparannya, Abdul Kholik menyampaikan bahwa pemuda di Jawa Tengah yang jumlahnya sekitar 7,9 juta jiwa atau lebih dari seperlima total penduduk memiliki posisi penting sebagai agen perubahan, kontrol sosial, sekaligus calon pemimpin masa depan.

Namun demikian, menurut Kholik, generasi muda masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan lapangan kerja, peningkatan kompetensi, ketimpangan pembangunan, serta keterlibatan dalam kehidupan sosial dan politik.

Tantangan tersebut antara lain tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pemuda di Jawa Tengah pada 2023 mencapai 11,87 persen. Sementara itu, tingkat kemiskinan Jawa Tengah per Maret 2026 tercatat 9,21 persen atau sekitar 3,29 juta penduduk.

"Kondisi ini menuntut generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di masyarakat," ujar Abdul Kholik.

Ia menekankan pentingnya tiga modal utama yang perlu dimiliki generasi muda, yakni karakter, kompetensi, dan kepedulian sosial.


"Karakter diperlukan agar keterlibatan pemuda dalam politik dan pemerintahan tetap berlandaskan integritas dan nilai Pancasila," tegasnya.

Selain karakter, lanjut Kholik, kompetensi menjadi modal penting bagi pemuda untuk menghadapi persaingan yang semakin terbuka.

"Kompetensi diperlukan untuk menghadapi perubahan teknologi, ekonomi digital, dan dunia kerja. Sedangkan kepedulian sosial diperlukan agar kepemimpinan tidak berhenti pada popularitas, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat," tambahnya.

Melalui internalisasi nilai-nilai Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, generasi muda diharapkan memiliki fondasi kebangsaan yang kuat.

Kholik berharap pemuda tidak hanya dipersiapkan untuk mengisi posisi kepemimpinan formal, tetapi juga memiliki kapasitas dan kepedulian untuk menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat.

"Pemuda harus menjadi bagian dari solusi, memiliki kemampuan, berintegritas, serta tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan," pungkasnya.

Subscribe to receive free email updates: