AMBS Pemalang Wisuda 103 Santri, Tampilkan Seni dan Kreativitas Islami
Pemalang – Wisuda santri dan santriwati angkatan ke-31 bertajuk “Riyah At Taghyir” Kampus Al Manaar Muhammadiyah Boarding School Pemalang berlangsung meriah dan penuh khidmat, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan Pagelaran Seni dan Kreativitas Santri itu mengusung tema “The Marrow Of The Era: Harmoni Seni Santri Ciptakan Generasi Berkemajuan” dan digelar di RGP Convention Centre, Bojongbata, Kabupaten Pemalang.
Sebanyak 103 santri dari jenjang SMP, SMA, dan SMK resmi diwisuda di hadapan ratusan tamu undangan yang memadati lokasi acara. Momentum tersebut menjadi hari bersejarah bagi keluarga besar AMBS Pemalang, khususnya para wisudawan angkatan ke-31.
Selain menjadi prosesi pelepasan santri akhir, kegiatan ini juga menjadi wadah penampilan bakat, kreativitas, serta kemampuan para santri dalam bidang seni, bahasa, dan budaya Islami yang selama ini dibina di lingkungan pesantren.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut berbagai tokoh dari unsur pemerintahan dan persyarikatan Muhammadiyah, di antaranya perwakilan Bupati Pemalang Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pemalang, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pemalang, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Pemalang, LP2M Kabupaten Pemalang, Majelis Dikdasmen PDM Pemalang, organisasi otonom Muhammadiyah, 14 PCM se-Kabupaten Pemalang, seluruh pondok pesantren Muhammadiyah se-Kabupaten Pemalang, para mantan kepala sekolah, kepala SD/MI dan SMP/MTs, wali santri, hingga para guru dan ustadz/ustadzah yang pernah mengabdi di kampus tersebut.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Mudir AMBS Pemalang, Ustadz Sapto Suhendro. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri yang telah menyelesaikan pendidikan dengan penuh perjuangan dan disiplin.
Wisuda bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat. Jadilah santri yang membawa cahaya ilmu, akhlak, dan kemajuan,” ujarnya di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.
Suasana semakin semarak ketika Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pemalang, Dr. Drs. Supa’at, M.Pd., turut memberikan sambutan dan apresiasi kepada para santri AMBS Pemalang. Ia mengaku bangga melihat kemampuan para santri yang telah menguasai bahasa asing sejak usia muda.
MC atau pembawa acara di acara luar sering kali belum mampu menggunakan bahasa asing tanpa teks. Namun baru kali ini saya melihat anak-anak seusia mereka sudah begitu ahli berbicara menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris dengan lancar,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
Menurutnya, sistem pendidikan pesantren seperti yang diterapkan AMBS Pemalang mampu memadukan pendidikan agama, akademik, kedisiplinan, serta pengembangan bakat dan kreativitas santri secara seimbang. Ia menilai AMBS telah memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda yang unggul, religius, dan berkemajuan.
Pagelaran seni dan kreativitas santri menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut. Berbagai penampilan berhasil memukau para tamu undangan, mulai dari drama bahasa Arab dan Inggris, nasyid, tari tradisional nusantara, bela diri Tapak Suci, pidato multilingual tiga bahasa, semaphore dance, choir, podcast tribun, drama persahabatan, hingga berbagai pertunjukan seni modern bernuansa edukatif dan Islami.
Total sebanyak 925 tamu undangan hadir memadati lokasi acara dan menyaksikan seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Nuansa haru turut terasa saat prosesi wisuda berlangsung. Para santri bersama wali santri tampak bangga dan bahagia ketika menerima penghargaan atas perjuangan mereka selama menempuh pendidikan di pondok pesantren. Tidak sedikit wali santri yang terharu menyaksikan putra-putri mereka tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaik di hadapan ratusan tamu undangan.
Melalui kegiatan tersebut, AMBS Pemalang kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Islami yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan akademik, tetapi juga kreatif, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Tema “Harmoni Seni Santri Ciptakan Generasi Berkemajuan” menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, serta siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan persyarikatan Muhammadiyah.
